Fenomena “Hoax Dalam Meme” dan Pengaruhnya Bagi Kehidupan Sosial [No More Hoax]

Akhir-akhir ini geliat visual di dunia internet Indonesia tengah berada pada tingkatan yang masif. Puluhan hingga ratusan citraan foto berserakan setiap hari di media sosial kita. Citraan-citraan tersebut biasanya disertai dengan teks-teks dengan gaya kritik menggelitik. Isu yang disampaikan  pun merupakan representasi dari kejadian-kejadian populer yang sedang ramai menjadi perbincangan masyarakat, meskipun tidak jarang juga mengangkat isu keseharian seperti tentang percintaan, pengalaman hidup, pendidikan, sampai agama. Ya, citraan-citraan tersebut disebut dengan meme (baca: mim) atau internet meme.

Fenomena HOAX

          Dengan logika yang lebih sederhana, dapat kita pahami bahwa penyebaran atau pengembangbiakan meme dilakukan dengan cara replikasi dari meme-meme yang sudah ada. Artinya, meme terus menerus melakukan replikasi melalui suatu kebiasaan atau gagasan tertentu sehingga menjadi pola yang berulang-ulang dan pada akhirnya membentuk sebuah pola kebudayaan dalam skala besar. Akan tetapi, sifat dari meme ini tidak hanya  mereplikasi, meme juga mengalami proses evolusi atau perubahan dari waktu ke waktu, dan bersamaan dengan itu meme juga berusaha untuk bertahan dari pengaruh meme-meme yang baru (survive).

          Objek penelitian ini adalah aktivitas perubahan proses komunikasi yang diakibatkan oleh fenomena meme di Indonesia. Istilah media social menunjuk pada media dimana user  dapat berpartisipasi dan berkontribusi secara aktif. Bentuk media sosial, diantaranya Facebook, Twitter, Path, dan Instagram.

              Hoax yang di artikan sebagai kebohongan publik yang ada dalam meme juga sedang memarak, menggunakan fenomena meme untuk menipu masyarakat yang mengkonsumsi nya, karena unsur meme adalah komedi maka masyarakat akan gampang percaya dan juga sifat meme di ulang ulang maka masyarakat akan lebih sering melihat nya.

             Berita hoax banyak tersebar di berbagai media. Mulai dari broadcast message, media cetak, maupun media online. Bahkan beberapa media online mainstream pun banyak mengakat berita-berita hoax untuk dijadikan informasi bagi khalayak. Sebagai masyarakat modern dan berpendidikan, kita harus pandai dalam menggali informasi. Kita wajib membaca dengan teliti dan menelusuri sumber dari berita tersebut dan yang terpenting adalah jangan terlalu mudah untuk menyebarluaskan berita tersebut sebelum berita tersebut diketahui keasliannya.

           Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 28 Ayat 1 dijelaskan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)

PERMASALAHAN

Beberapa keterangan penting yang dianggap perlu sehingga penelitian ini layak untuk dilakukan, antara lain;

1.     Sebagai gejala baru proses penyebaran pesan, belum banyak penelitian yang membahas tentang media sosial.

2.        Fenomena MEME dalam media social saat ini bisa menjadi antitesis dari teori-teori komunikasi massa yang selama ini dikenalkan dalam bidang studi komunikasi.

4.        Hukum yang terkait dalam fenomena HOAX dan MEME dalah kehidupan social masyarakat

Melihat latar balakang permasalahan di atas, rumusan masalah yang dikemukakan sebagai berikut;

a.         Bagaimana fenomena hoax dalam meme di media social terhadap hukum yang ada di masyarakat ?

b.        Bagaimana  penerapan  dan  konsep  media  sosial  merekonstruksi  teori-teori komunikasi massa?

KERANGKA PEMIKIRAN

Peraturan Perundangan di Indonesia mengenai penyebaran kabar bohong/Hoax:

Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008
tentang Informasi dan Transaksi Elektronik 

Pasal 28

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946
tentang Peraturan Hukum Pidana

Pasal 14

(1) Barangsiapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

(2) Barangsiapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan la patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun.

Pasal 15

Barangsiapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau sudah dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi, tingginya dua tahun.

ANALISIS

1. Pengaruh Meme Bagi Kehidupan Sosial

            Sebagai masyarakat yang hidup di era globalisasi, sudah selayaknya manusia selalu mengasah kepekaan terhadap kehidupan sosial di sekitarnya. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Internet meme merupakan media alternatif yang dapat digunakan untuk mengasah kepekaan terhadap sekitar. Banyak internet meme yang mengandung pesan moral yang kadang diabaikan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih selektif dan teliti dalam memanfaatkan media sosial.             

            Kehadiran internet meme membuat masyarakat lebih mudah dalam memahami suatu informasi. Hal ini terjadi karena media penyampaian informasi lewat internet meme lebih menarik dan menghibur. Topik yang diangkat dalam internet meme adalah seputar kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat melatih kepekaan manusia terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, internet meme menjadikan manusia lebih jeli dan peduli terhadap sesama. Melalui internet meme, manusia juga dapat mengekspresikan apa yang sedang dirasakan.

            Meskipun penciptaannya memerlukan daya kreativitas, internet meme lebih dimaknai sebagai proses komunikasi,  bukan proses berkarya seni.  Tingginya tingkat ketertarikan masyarakat terhadap internet meme membawa dampak positif terhadap para kreator internet meme. Apabila sebuah karya meme mendapat apresiasi yang baik oleh masyarakat, kreator tentu akan bangga dan memperoleh kepuasan tersendiri.

            Hal tersebut tidak hanya terjadi pada kreatornya saja. Penikmat meme akan merasa tertarik jika suatu fenomena sosial yang dibahas dalam sebuah meme adalah penggambaran keadaannya sendiri. Hal tersebut menimbulkan kesadaran bahwa bukan hanya dirinya yang mengalami hal serupa. 

2. Manfaat Dan Pengaruh Hukum Tentang Hoax Di Indonesia

2.1 Manfaat UU ITE :

Beberapa manfaat dari UU. No 11 Tahun 2008tentang (ITE), diantaranya:

a. Menjamin kepastian hukum bagimasyarakat yang melakukan transaksisecara elektronik. 

b.Mendorong pertumbuhan ekonomiIndonesia.

c.Sebagai salah satu upaya mencegahterjadinya kejahatan berbasis teknologiinformasi.

d.Melindungi masyarakat pengguna jasadengan memanfaatkan teknologiinformasi.

2.2 Pengaruh UU ITE :

Dengan adanya UU ITE ini, maka mempengaruhihal-hal berikut:

a.Transaksi dan sistem elektronik beserta perangkat pendukungnyamendapat perlindungan hukum. Masyarakat harusmemaksimalkanmanfaat potensi ekonomidigital dan kesempatan untuk menjadi penyelenggara Sertifikasi Elektronik danLembaga Sertifikasi Keandalan. 

b.E-tourism mendapat perlindungan hukum.Masyarakat harus memaksimalkan potensi pariwisata indonesia denganmempermudah layanan menggunakanICT.

c.Trafik internet Indonesia benar-benardimanfaatkan untuk kemajuan bangsa.Masyarakat harus memaksimalkan potensiakses internet indonesia dengan kontensehat dan sesuai konteks budayaIndonesia.

d.Produk ekspor indonesia dapat diterimatepat waktu sama dengan produk negarakompetitor. Masyarakat harusmemaksimalkan manfaat potensikreatif bangsa untuk bersaing dengan bangsa lain

3. Upaya Pemerintah Dalam Memerangi Hoax

Dari hukum yang dibuat oleh pemerintah, jumlah penyebar hoax semakin besar tidak berbanding lurus dengan jumlah persidangan yang seharusnya juga besar. Dengan masih belum mampu menjerat beberapa pelaku hoax, sangat disayangkan pemerintah hanya melakukan pemblokiran terhadap situs-situs  hoax. Sementara si pembuat berita hoax masih dapat terus berproduksi melakukan ancaman dan memperluas ruang gerak.

Dalam melawan hoax dan mencegah meluasnya dampak negatif hoax, pemerintah pada dasarnya telah memiliki payung hukum yang memadai. Pasal 28 ayat 1 dan 2 UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE, Pasal 14 dan 15 UU No. 1 tahun 1946, Pasal 311 dan 378 KUHP, serta UU No. 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskiriminasi Ras dan Etnis merupakan beberapa produk hukum yang dapat digunakan untuk memerangi penyebaran hoax. Selain produk hukum, pemerintah juga sedang menggulirkan kembali wacana pembentukan Badan Siber Nasional yang  dapat menjadi garda terdepan dalam melawan penyebaran informasi yang menyesatkan, selain memanfaatkan program Internetsehat dan Trust+Positif yang selama ini menjalankan fungsi sensor dan pemblokiran situs atau website yang ditengarai memiliki materi negatif yang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

KESIMPULAN

            Munculnya fenomena meme saat ini merupakan fenomena khas era internet sekarang ini. Informasi yang beredar tidak lagi one step flow of communication (komunikasi satu arah), tetapi two step flow of communication (dua arah) atau bahkan multi step flow of communication (banyak tahap). Komunikasi satu arah hanya dari komunikan ke komunikator. Sementara itu komunikasi dua arah menjadi ciri komunikasi masyarakat modern. Komunikan tidak saja selamanya menjadi komunikan, bahkan komunikan juga bisa menjadi komunikator.

1. Semakin besarnya jumlah penguna internet dan dengan mudahnya mendapatkan informasi saat ini menjadikan berita hoax semakin dengan mudah tersebar.

2.  Aturan dan pasal untuk menjerat hukuman untuk penyebar hoax belum mampu mengendalikan jumlah jumlah berita hoax yang terus terproduksi setiap waktu.

3.  Biasanya budaya-budaya pada negara yang sudah melek internet/media sosial membuat berita hoax semakin mudah tersebar.

SARAN

Masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan akan internet Sehat dengan Literasi media sehingga dapat mengenali ciri-ciri berita hoax, dan penerima berita dapat mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dalam mengambil makna dari suatu berita.

Referensi: https://www.academia.edu/35787120/FENOMENA_HOAX_DALAM_MEME_DAN_PENGARUHNYA_BAGI_KEHIDUPAN_SOSIAL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *